Header Ads

Masyarakat Tolak TPA Seberang Musi, ORMAS FPR Beri Pendampingan


Kepahiang, SB - Minggu 18/02/2018 Masyarakat yang bertempat tinggal di desa temdak dan desa Lubuk saung kecamatan seberang musi Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, menolak Pembuangan sampah  lokasi perbatasan desa Lubuk Saung dan desa Temdak pasalnya tempat yang di jadikan lokasi pembuangan sampah didekat pemukiman masyarakat dua desa tersebut tanpa adanya koordinasi dan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. 

Febridiansyah Mengatakan Kepada wartawan siberbengkulu.com Warga dua desa baik desa Temdak dan desa lubuk saung minta pihak pemerintah daerah dan dinas lingkungan Hidup (DLH) setempat segera menutup lokasi TPA dan melakukan kajian ulang disesuaikan dengan aturan yang sebagai mana mestinya, karena mengingat sampah yang dibuang di daerah pemukiman masyarakat menimbulkan bau tak sedap belum lagi banyaknya lalat-lalat hijau.

 " Kami mintak dinas lingkungan Hidup (DLH) setempat segera menutup lokasi TPA dan melakukan kajian ulang disesuaikan dengan aturan yang sebagai mana mestinya, karena mengingat sampah yang dibuang di daerah pemukiman masyarakat menimbulkan bau tak sedap belum lagi banyaknya lalat-lalat hijau ",   kata Febridiansyah  

Lanjut Febriansyah, selain tumpukan sampai  juga menutupi sumber mata air yang selama ini dikonsumsi masyarakat di dua desa, selain bau  tidak sedap juga banyak warga di sekitar TPA mulai terkena penyakit gatal. Dan diare.

"Atas dasar inilah warga minta Pemkab dan BLH Kepahiang untuk menutup TPA tersebut, sambil melakukan pengkajian dan pembenahan ke depan, sehingga sampah yang dibuang ke TPA ini ke depan tidak menimbulkan aroma tak sedap yang mengganggu masyarakat di sekitarnya," ujarnya.

Turut hadir Organisasi Kemasyarakatan  Front Pembela Rakyat (ORMAS FPR) dengan lantang mengatakan, FPR bersama mewarga minta pembuangan sampah ke TPA ini hentikan Bahkan, jika perlu TPA ini dialihkan ke tempat lain yang lokasi jauh dari permukiman masyarakat.

Sementara itu, Rustam Efendi Ketua Umum Ormas Front Pembela Rakyat  ketika diwawancarai beberapa awak media mengatakan,

"Kita berharap Pihak Pemerintah daerah Kabupaten Kepahiang jangan asal, semaunya tolong urus dulu amdal dan izinnya dan semestinya ajak masyarakat duduk bersama dan sebelum tempat ini di jadikan lokasi pembuangan sampah seharusnya lakukan sosialisasi jangan asal kramak krumuk tegasnya. Sebab hal ini bukan hal yang baru bahkan masyarakat desa Temdak dan desa lubuk saung pernah menyampaikan  permasalahan sampah ini, kepada Pihak anggota dewan pernah disampaikan kepada pihak pemerintah daerah juga pernah disampaikan baik secara lisan maupun secara tertulis bahkan hal ini tak pernah di gubris baik anggota dewan maupun pihak Pemda kepahiang sampainya. Hari Lanjutnya  dihari ini Senin 18 Februari 2018 sebagai bentuk puncak kemaharan dan  sikap  rasa kekecewaan masyarakat, maka jalan di menuju lokasi pembuangan sampah di blokade dan ditutup sementara. Kita juga bersama teman-teman dalam waktu dekat akan koordinasi  ke kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan pihak DPR-RI terkait Polemik ini dan Kami menduga adanya aturan yang dilanggar, namun ketika ditanya aturan yang dilanggar Ketua Umum Ormas Front Pembela Rakyat Engan menyebutkan aturan yang dilanggar. Untuk saat ini kita masih mempelajari sejauh mana dasar mekanisme yang di terapkan Pemda Kepahiang", tegasnya.(Rls)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.