Header Ads

KPPPA RI Turun Ke Bengkulu, Nyimas : UNIB Harus Pastikan Kelayakan Tempat KKN Mahasiswi

Rakjat.com - Terkait kasus pemerkosaan yang dialami salah satu mahasiswi yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu (UNIB) beberapa waktu lalu yang diduga dilakukan oleh Kordinator Desa (Kordes) mendapat perhatian khusus oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI dengan Kunjungan mereka ke Bengkulu.

Dalam kunjungan KPPPA RI ke rumah Korban Pemerkosaan KKN pada Selasa (10/07) ini diwakili Asisten Deputi Nyimas Aliah didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu Iskandar Zo dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, dan anggota DPRD Kota memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga korban. Dalam penuturannya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI diwakili Asisten Deputi Nyimas Aliah menegaskan pihak UNIB harus memastikan apakah sudah layak dan siap dengan memperhatikan bangunan yang ramah perempuan, keamanan, serta kenyamanan perempuan sebelum mahasiswa-mahasiswi KKN di pedesaan.

“Salah satunya seperti penyedian bangunan yang ramah perempuan seperti kamar mandi, kamar tidur, yang aman dan nyaman untuk perempuan. Bangunan yang aman dan ramah perempuan nantinya dapat meminimalkan tindakan kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan,” paparnya.

Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan pada Situasi Darurat dan Kondisi Khusus KPPPA Nyimas Aliah juga mengatakan, hak-hak perempuan harus dilindungi. Karena itu, Kuntum sangat perlu mendapatkan pendampingan secara psikis agar kondisinya membaik.

“Ini pembelajaran bagi kita semua untuk saling menjaga. Untuk pihak universitas ada baiknya
memfasilitasi sarana dan prasarana sebelum menurunkan mahasiswanya untuk KKN di desa,” kata Nyimas.

Sementara itu, Kadis Sosial Provinsi Bengkulu Iskandar Z.O mengungkapkan pendampingan akan terus dilakukan oleh pemerintah hingga korban yang saat ini masih trauma dapat kembali membaik.

Selain itu, anggota DPRD Kota Bengkulu Kusmito Gunawan mengatakan, semua hak keluarga akan diperjuangkan melalui kuasa hukum agar kasus ini bisa diselesaikan secara adil.

“Nanti kita carikan pengacara sebagai kuasa hukum korban agar hak-hak keluarga dapat diperjuangkan dengan adil,” ujarnya. (MC Kota/ReTra)

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh PLAINVIEW. Diberdayakan oleh Blogger.