Momentum Hari Pahlawan, Ini Pesan Zulkifli Hasan


Jakarta, Rakjat.com - Pada momentum Hari Pahlawan, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ingatkan masyarakat agar tidak terpecah belah oleh situasi politik.


"Momentum Hari Pahlawan ini ditengah tahun politik ini, saya mengajak politiknya itu politik kebangsaan, bukan politik pecah belah. Tapi politik yang mempersatukan, politik yang berdiri diatas kedaulatan harga diri, based on kepentingan negeri, tidak ada kompromi untuk kepentingan lain, nah ini momentum hari pahlawan kita ambil semangatnya," ujar Zulkifli Hasan usai acara pemasangan bendera Merah Putih dan Bendera PAN di Jalan Wijaya I, Petogongan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/11/2018).

Seperti dilansir dari detikcom, Zulkifli yang juga menjabat posisi Ketua MPR menceritakan perjuangan Gubernur Jawa Timur Ario Soerjo atau Suryo yang melawan penjajahan Belanda dan sekutu. Saat itu, Suryo bertanya kepada Soekarno menyerah atau tidaknya pada penjajah di Surabaya, Jawa Timur. 



"Bertanya pada bung Karno, gimana Jawa Timur menghadapi ultimatum sekutu menyerah atau tidak, Terserah rakyat Jawa Timur kata Bung Karno. Jadi tidak memerintahkan melawan apa tidak, terserah, tapi Gubernur Suryo pada waktu ktu memutuskan merdeka atau mati, itu semangat kepahlawanan," jelas Zulkilfi.

"Dan jaman itu orang tidak nanya partainya apa segala macem, tapi mereka satu semangatnya Indonesia, nah dari situlah semangatnya kita ambil," imbuh dia.

Selain itu, dia juga menjelaskan perjuangan Menteri Luar Negeri KH Agus Salim yang tidak mencari harta kekayaan. Agus Salim selalu mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara meski tidak mempunyai uang. 

"Menteri luar negeri diplomasi Indonesia modern tetapi tidak punya rumah, dikatakan orang dia miskin, dia marah dia, blg dia tidak miskin tapi cuma tidak punya uang karena prinsip hidupnya menjadi pemimpin itu jalan hidupnya itu untuk menderita karena untuk mengabdi bukan jalan mencari kaya, nah itu luar biasa pahlawan kita," jelas Zulkifli.



Sementara itu, Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo menyebut peringatan hari pahlawan bisa menjadi momentum kebangkitan partainya. Pria dikenal Eko Patrio itu berharap pemasangan bendera tersebut bisa dilakukan kader lain di berbagai daerah.

"Semoga acara ini bisa memotivasi daerah lainnya Jawa Timur dan sebagainya, untuk juga 10 November titik kebangkitan Partai Amanat Nasional," tutur Eko. 
(fai/fdn/DPS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.