Temukan Keganjilan, Pembangunan Jalan diduga 'Mark Up'

Seluma, Rakjat.com - Pembangunan Badan Jalan Desa Talang Sali Kecamatan Seluma Timur yang berasal dari Dana Desa (DD) diduga disalah gunakan.

Anggaran pembangunan Badan jalan dengan panjang 5 km serta lebar 5 meter ini diduga di'Mark up'. Proses pembangunan jalan ini sendiri diserahkan kepada pihak ketiga.

Dugaan mark up ini muncul usai pengerjaan jalan tersebur selesai. Pasalnya, pihak ketiga yang sebelumnya sudah melakukan negosiasi anggaran mengaku nominal yang tertera di Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) tidak sesuai dengan nominal yang disepakati. Keganjilan yang dirasa yakni nominal yang disetor berbeda dengan nominal yang tertera dalam SPJ tersebut.

Jumlah anggran yang tertera di SPJ sebesar Rp213.000.000 (dua ratus tiga belas juta rupiah) sedangkan nominal yang disepakati hanya Rp132.000.000 (seratus tiga puluh dua juta rupiah). Mendapati hal tersebut, pihak kontraktor dengan tegas menolak menandatangani SPJ tersebut.

Menyikapi hal tersebut, warga telah melaporkan oknum yang diduga sengaja meng'Mark Up' anggaran tersebut ke Pihak Camat dan Inspektorat Kabupaten Seluma.

"Jalan tersebut belum layak untuk dilewati warga Desa Talang Sali. Dan kami selaku warga Desa Talang Sali juga mempertanyakan sisa dana dari pagu dana Rp. 213.000.000,00 dan diborong pihak ketiga hanya Rp. 132.000.000,00. Jadi kami mempertanyakan uang desa yang  Rp. 81.000.000,00" jelas salah seorang warga Desa Talang Sali berinisial H ketika diwawancarai Jumat lalu (16/11).

Dengan hasil pengerjaan tersebut, tentu warga desa Talang Sali kecewa dan meminta Pemerintah Desa mengulang pengerjaan dengan sisa anggaran yang hingga saat ini belum tahu dilarikan kemana.

"Pembangunan jalan tersebut harus diulang dengan sisa dana yang Rp.81.000.000,00 itu. Saya juga masih menduga banyak fisik-fisik Dana desa Talang Sali yang bermasalah. Seperti Dana Bumdes dan pemborong fisik jalan tersebut yaitu Asep merasa ditipu oleh pihak desa sebab tidak ada perjanjian yang jelas dan uang dia juga belum dibayar lunas oleh pihak Pemerintahan Desa Talang Sali," lanjutnya.

Tak tinggal diam, dijelaskan H bahwa warga desa Talang Sali hingga kontraktor sudah melaporkan temuan tersebut ke Inspektorat Kabupaten Seluma beberapa minggu lalu.

Tentu saja, dengan adanya temuan ini warga desa Talang Sali berharap agar ada pembangunan lanjutan sebelum DD tahap tiga dikeluarkan. Bukan main-main, warga desa Talang Sali diketahui, akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian apabila kasus tersebut tak kunjung menemui jalan tengah.

Hingga saat ini, wartawan Rakjat.com masih berusaha menghubungi pihak Pemerintah Desa Talang Sali guna meminta keterangan terkait dugaan mark up tersebut.(yt)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.