Usai Insiden, Sriwijaya Air Bengkulu Akui Omset Tetap Stabil

Ilustrasi Pesawat Sriwijaya Air

Bengkulu, Rakjat.com – Belakangan ini dunia maskapai Indonesia sempat mengalami beberapa insiden yang tak terduga. Atas kejadian tersebut, Sriwijaya Air Bengkulu mengaku hal itu tidak mempengaruhi penjualan tiket maskapainya.

Hal ini diakui langsung district manager Sriwijaya Air Bengkulu, Abdul Rahim ketika ditemui wartawan, pada kegiatan Bengkulu Expo 2018 sekaligus Festival BUMDes di Sport Center Kota Bengkulu, Jumat (16/11).

"Kalau dibandingkan tahun kemarin sih bertambah (keuntungan-red), jadi tahun kemarin masih ada bulan-bulan yang merah, dalam artian tidak memenuhi target. Ditahun 2018 ini cuma satu bulan yang tidak mencapai target, yaitu bulan Mei, selebihnya memenuhi target," ujar district manager Sriwijaya Air Bengkulu.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini dunia penerbangan Indonesia sempat beberapa kali mengalami insiden yang cukup menghebohkan. Mulai dari jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, hingga salah satu armada Sriwijaya Air yang membawa buah durian sebanyak 3 Ton kedalam bagasi pesawat dan dinilai mengganggu penumpang.

Alih-alih omset menurun, Abdul Rahim justru menuturkan bahwa akhir-akhir ini pembelian tiket penerbangan maskapai Sriwijaya Air Bengkulu tetap stabil bahkan cenderung meningkat.

"Untuk masalah durian kemarinkan sudah kita klarifikasi juga, bukan soal duriannya, bukan soal beratnya tapi aromanya, kita kan udah packaging sedemikian rupa, akan tetapi karena cuaca pada saat itu yang membuat wangi durian itu naik. Overall semuanya baik-baik aja, penjualan tiketpun masih oke," lanjutnya.

Tak bisa dipungkiri, pasca insiden durian, nama Bengkulu mulai terdengar dan sempat viral dimedia sosial. Sedikitnya, ada masyarakat diluar Bengkulu yang sebelumnya belum mengetahui Bengkulu menjadi tahu dan penasaran untuk berkunjung ke Bengkulu. Tapi seperti dijelaskan Abdul kepada wartawan, pengiriman paket durian ini sendiri sudah berlangsung sejal tahun 2015 dan tidak pernah bermasalah selama kurang lebih tiga tahun kebelakang.(DPS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.