Bersama PWI, Wartawan Siap Hadapi Tahun Politik


Bengkulu, Rakjat.com — Hadapi tahun politik, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu edukasi wartawan melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) disalah satu hotel di Kota Bengkulu, Kamis (27/12).

Mengusung tema "Penguatan Pers Menghadapi Tahun Politik 2019 dan Memahami Aturan Pemilu Terkini Serta Berperang Melawan Hoaks", PWI berharap wartawan mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya serta menjaga netralitas selama proses pemilu berlangsung.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Bengkulu Sahyarudin mengatakan Diklat ini merupakan salah satu upaya PWI mengedukasi wartawan terkait Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang sejatinya menjadi pedoman wartawan dalam menjalankan tugasnya.

Hoaks menjadi momok yang harus dihadapi wartawan ditahun politik yang akan datang. Oleh karena itu, wartawan dituntut jeli mencari dan mengecek data serta fakta yang beredar dimasyarakat, agar wartawan tidak ikut terjerumus kedalam lingkaran Hoaks yang beredar.

“Diklat ni sangat penting untuk para wartawan terlebih ditahun politik, jika kapasitas wartawan masih kurang, maka akan terjerumus dalam kepentingan politik. Diklat ini bukan semata-mata kita hanya mendidik sesaat, tapi ini sangat penting bagi wartawan karena di setiap harinya  memberikan informasi kepada publik, tentunya Diklat ini sangat penting agar kita mengetahui aturan dan tidak melanggar aturan sebagai wartawan dan tetap menjaga profesionalisme, independen dan tidak memihak serta mementingkan kepentingan pribadi atau golongan,” ucap Sahyarudin.

Sementara dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu Rohidn Mersyah melalui Kepala Bidang Hubungan Media dan TIK Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu Putu Eko Purnomo mengatakan dalam konstitusi pada era reformasi pasca dilakukannya perubahan terhadap undang-undang yang menjamin kebebasan pers dalam berekspresi. 

“Hal yang perlu dibatasi dengan kebebasan pers seperti menyebarkan kebencian, konten pencabulan dan pornografi, melakukan fitnah dan pencemaran nama baik, iklan kebohongan yang tidak layak dikonsumsi dan membocorkan rahasia yang dapat membahayakan keselamatan negara. Untuk menjamin wartawan dapat melaksanakan sebuah profesi perlu adanya standar yang ditetapkan dalam sebuah kompetensi wartawan dan pemimpin media harus punya kompetensi wartawan maka uji kompetensi wartawan diperlukan. Wartawan merupakan sebuah profesi yang diukur kompetensinya dengan sebuah ujian sesuai tingkatannya,” kata Putu.

“Tahun 2019 yang tinggal menghitung hari merupakan tahun politik yang akan banyak informasi berkembang di masyarakat ada informasi yang valid tapi tidak menutup kemungkinan banyak informasi yang sifatnya isu sara, saya harapkan khususnya untuk mensosialisasikan pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada bulan April 2019 agar dapat menyampaikan berita yang benar. Setiap jurnalis harus memiliki kompetensi yang teruji dan dikembangkan terus-menerus, pengembangan kompetensi dapat dilakukan seperti pelaksanaan hari ini. Saya harap kedepan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

(DPS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.