Dewan Kota Pertanyakan SOP Keamanan PTM

Kondisi dalam PTM Pasca Kebakaran, Jumat (15/12) lalu.


Bengkulu, Rakjat.com – Komisi III DPRD Kota Bengkulu pertanyakan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan Pasar Tradisional Modern (PTM) Pasar Minggu dalam sidak pasca insiden kebakaran beberapa waktu lalu, Rabu (20/12).

Pada sidak kali ini, Sudisman bersama anggota komisi III lainnya langsung dihampiri masyarakat yang mengeluhkan terkait lokasi berjualannya yang tidak dapat digunakan lagi. Menurut data yang dimiliki pihak pengelola ada 529 kios yang terbakar, 58 yang terkena asap panas, dan hanya 66 kios yang selamat. Data jumlah kios tersebut merupakan kios yang digunakan pedagang untuk berjualan. Sedangkan sisanya, disinyalir tidak dihuni dan tidak digunakan oleh pedagang karna berbagai macam hal.

Menanggapi keluhan masyarakat, Sudisman mengaku tujuan utama sidak yang dilakukannya hari ini memang bertujuan untuk meninjau langsung kondisi pedagang sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Sesuai dengan fakta lapangan, Sudisman membenarkan bahwa sebagian besar pedagang tidak dapat menjajakkan dagangannya.

Sudisman (kanan-red) menyapa sekaligus berbincang dengan pedagan terkait kondisi pasca kebakaran

“Kebetulan sidak kami ini dihadiri oleh Kadis Perindag, tadi kita sudah diskusi dengan pihak pengembang dan kadis bahwa akan segera dibuat penampungan, penampungan yang sudah tersedia itu dibawah 50 kios, kemudian yang diatas itu sekitar 200 kios lebih,” kata Sudisman.

Penampungan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat selagi menunggu perbaikan gedung PTM agar dapat difungsikan seperti sedia kala. Selain mempertanyakan nasib pedagang, anggota dewan komisi III juga memperhatikan aspek keamanan yang dimiliki gedung PTM.

“Kemudian juga anggota dewan mempertanyakan masalah keamanan, hydrant, racun api, SOP yang selama ini ada dilaksanakan atau tidak, sehingga kedepan kita harap SOP itu dievaluasi kembali, terus dilaksanakan, dan disetiap sudut harus ada hydrant dan racun api,” tambahnya.

Sudisman mengaku sangat menyayangkan dengan kondisi keamanan yang dimiliki gedung PTM. Menurut pantauan, hanya terdapat 3 hydrant yang terletak diluar dan pada saat dewan mencoba menghidupkannya, tidak dapat menyemburkan air. Sehingga kurangnya hydrant bisa menjadi salah satu faktor penyebab api yang tak kunjung bisa dipadamkan.

Ronny Tobing (Tengah-red) berdiskusi dengan Zulkifli Ishak, Pengelola PTM (Kiri-red)

Menindaklanjuti hasil sidak, Kamis (27/12) depan, DPRD Kota Bengkulu akan melakukan hearing bersama pedagang, pengelola, dan dinas terkait guna mencari solusi dan jalan terbaik untuk pedagang.

“Kita nanti dihari kamis kita akan memanggil OPD-OPD, pengembang juga untuk hearing bersama kita, artinya apapun yang terjadi saat ini kita ambil hikmahnya, kedepan ya kita akan mencari solusi-solusi terbaik, yang utama adalah pedagang-pedagang,” ujar Ronny Tobing, anggota komisi III DPRD Kota Bengkulu.

Perlu diketahui, Sidak Kali ini dilakukan oleh Komisi III DPRD Kota Bengkulu Sudisman, Ronny Tobing, Ketman, Sendi Bernando, Pihak Pengelola PTM Zulkifli Ishak dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dewi Dharma.(DPS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.