Hasil Kerja Tahun 2018, BNNK Bengkulu Rehabilitasi Puluhan Orang


Bengkulu, Rakjat.com - Hitungan hari menuju 2019, Badan Narkotika Nasional Kota Bengkulu beberkan hasil kerja selama satu tahun dalam gelaran Press Release di Kantor BNNK Bengkulu, Jumat (28/12).

Peredaran gelap narkotika merupakan sebuah tindak kejahatan yang luar biasa. Dimana penyalahgunaan narkoba telah mengancam dunia khususnya Kota Bengkulu. Pasalnya, generasi muda menjadi salah satu target empuk pengedar narkoba dalam menjual barang haramnya.

"Peredaran narkoba ini bisa mengancam ketahanan dan keselamatan suatu bangsa," kata Alexander S. Soeki, Kepala BNNK Bengkulu.

Menanggapi hal tersebut, BNNK Bengkulu terus berupaya melakukan penanggulangan dan pencegahan penggunaan narkotika dengan program yang seimbang pada aspek supply and demand reduction.

Salah satu upaya BNNK Bengkulu yang dirasa penting yakni proses rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. Menurut data yang dipaparkan Alexander S. Soeki, BNNK Bengkulu sudah melakukan asesmen kepada 42 orang yang terdiri dari 8 perempuan dan 34 laki-laki. Asesmen ini sendiri dilakukan guna ketahui tingkat ketergantungan narkoba yang selanjutnya memasuki proses rehabilitasi. Alhasil BNNK Bengkulu sudah merehabilitasi:

2 orang dirujuk ke Balai Besar Lido Bogor
2 orang dirujuk ke Kalianda Lampung
3 orang dirujuk ke RSJKO Bengkulu
35 orang rawat jalan di Klinik Pratama Rafflesia Center

"Diharapkan dengan adanya rehabilitasi, mantan pengguna narkoba dapat kembali hidup dilingkungan masyarakat secara produktif," tutupnya.

Oleh karena itu, BNNK Bengkulu meminta Pemerintah Daerah dan masyarakat bantu dan dukung pemberantasan narkotika demi kemajuan Kota Bengkulu. Hingga saat ini, BNNK Bengkulu merilis ada 5670 jiwa terindikasi penyalahgunaan narkoba, yang artinya 2,11% dari jumlah usia produktif dan 1,37% dari jumlah keseluruhan penduduk Kota Bengkulu.

(DPS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.