Rohidin Klarifikasi Dugaan Temuan Bawaslu

Rohidin Mersyah ketika sedang berpidato, Rabu (14/11/2018)
Bengkulu, Rakjat.com - Terkait adanya dugaan temuan Bawaslu yang menyebutkan Kepala Daerah memakai Fasilitas Negara untuk kepentingan politik, Rohidin Mersyah persilahkan Bawaslu telusuri dugaan tersebut, Selasa (15/1/2019).

Seperti dilansir dari Radarbengkuluonline.com, Bawaslu Provinsi Bengkulu menemukan adanya indikasi pelanggaran berupa penyalahgunaan Mobil Dinas (Mobnas) untuk kepentingan Parpol.

“Dari kegiatan deklarasi oleh TKD Capres Cawapres nomor urut satu di Persada Bung Karno kemarin. Kami saat kegiatan menurunkan tim, dari hasil pengawasan kita kemarin ada temuan kita juga secara kasat mata, saat dilokasi kegiatan ada yang menggunakan Mobnas meskipun pelatnya sudah di SR kan, tapi kita tetap tahu bahwa itu mobil dinas Gubernur serta Bupati Kepahiang yang digunakan. Sebab itu adalah fasilitas pemerintah,” ungkap Komisioner Bawaslu Provinsi Bengkulu, H. Ediansyah Hasan SH, MH saat ditemui, Senin (14/1).

Menurut Undang-Undang nomor 7 tahun 2017, Kepala Daerah diperbolehka berkampanye dihari libur. Seperti pantauan Bawaslu ketika menemukan indikasi dugaan pelanggaran penggunaan mobil dinas, Bawaslu memiliki waktu tujuh hari setelah indikasi tersebut ditemukan untuk ditindak lanjuti.

“Tindak lanjutnya kami akan melakukan pleno terlebih dahulu. Kita akan melihat dulu bagaimana hasil pleno dan kajiannya. Dan tentu nanti kita akan melakukan pemanggilan untuk klarifikasi terkait temuan tersebut,” kata Edi.

Menyikapi persoalan tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Rohidin Mersyah mengklarifikasi dugaan penyalahgunaan fasilitas negara dalam kepentingan politik.

"Saya tidak menggunakan fasilitas mobil dinas Gubernur dan kapasitas saya menghadiri deklarasi TKD Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai ketua Partai," ujar Rohidin.

Rohidin menambahkan bahwa dirinya menghadiri deklarasi TKD tersebut seusai kegiatan Partai Golkar di Kabupaten Rejang Lebong.

"Waktu dari Curup sehabis acara Golkar saya diajak semobil dengan pak Akbar Tanjung menuju acara deklarasi di Persada Bung Karno, sebelumnya saya naik mobil pribadi. Jadi saya tidak tahu itu mobil siapa dan statusnya bagaimana, telusuri saja (Apabila ada indikasi dugaan pelanggaran)," jelas Rohidin.

(DPS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.