Tentang Teror Rumah Pimpinan KPK, Moeldoko: Ada Teror Demokrasi


Bandung Barat, Rakjat.com - Kasus bom palsu dan molotov di rumah dua pimpinan KPK menjadi sorotan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Ia menilai, kasus ini merupakan bentuk teror yang mengancam demokrasi,

"Ada teror demokrasi, bahwa demokrasi ini banyak yang mengganggu," kata Moeldoko di Saung Makan, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: Jenazah Pria Tenggelam Ditemukan

Seperti dilansir dari laman Detik.com Moeldoko menegaskan demokrasi harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat agar ke depannya berjalan tanpa hambatan. Moeldoko mengajak masyarakat Indonesia bersama-sama membela KPK.

"Termasuk dalam pemberantasan korupsi adalah bagian dari bagaimana demokrasi itu harus ditegakkan. Kalau ada upaya yang meneror terhadap petugas korupsi ini, kita harus berada di belakang," tuturnya

Menurutnya, Indonesia sudah menuju trek yang baik dalam membangun demokrasi. "Jadi siapa pun yang mengganggu, itu harus kita halangi dan kita tolak semuanya," ucap 
Peristiwa teror itu terjadi pada Rabu, 9 Januari 2019. Rumah Agus di Jatiasih, Kota Bekasi, diteror menggunakan tas berisi benda diduga bom pipa paralon. Sedangkan rumah Syarif di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, dilempar dua bom molotov.

Baca juga: Warga Tunggu Helmi Tutup Tempat Lokalisasi

Belakangan, polisi menyebut benda diduga bom pipa paralon di rumah Agus adalah bom palsu karena tidak ditemukan bahan peledak di dalam benda itu. Serbuk di dalam benda itu teridentifikasi sebagai semen putih. Namun polisi tetap akan menganalisisnya melalui Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.


(idh/idh/DPS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.