Bank Bengkulu Gencarkan Sosialisasi Kemudahan Aplikasi OPD Nontunai


Kota Bengkulu, Rakjat.Com - Bank Bengkulu salah satu Bank kebanggaan daerah senantiasa melahirkan inovasi guna memberikan layanan terbaik bagi nasabah-nasabahnya. Tidak bisa dipungkiri meningkatnya jumlah nasabah dari tahun ke tahun memotivasi Bank Bengkulu untuk melahirkan inovasi barunya, terbaru Bank Bengkulu merilis Aplikasi OPD nontunai. 
Untuk diketahui, Aplikasi ini dirilis pada tahun 2018 lalu namun kenyamanan kosumen memggunakan aplikasi ini menaikan gradenya di antara produk-produk Bank Bengkulu lainnya. Aplikasi OPD Nontunai ini merupakan terobosan Bank Bengkulu untuk yang berkecimpung di Pemerintahan, dengan aplikasi ini OPD bisa melakukan transaksi-transaksi yang dianggap perlu tanpa harus jauh-jauh ke Bank maupun berlama-lama mengantri, hal ini tentu membantu efisien waktu para ASN ataupun OPD yang bertransaksi. 
Corporate Secretary Bank Bengkulu, Roby Wijaya, SE menjelaskan, sebelum adanya aplikasi OPD Nontunai, OPD datang ke Badan Keuangan Daearah (BKD) untuk mengurus syarat hingga menjadi SP2D. Kemudian, langsung dibawa ke Kas Daerah (Kasda) Online untuk dilakukan pembukuan dan di approve oleh pihak Bank.
Namun, setelah adanya aplikasi OPD nontunai, sambung Roby masing-masing OPD bisa melakukan transaksi baik melalui PC Komputer, Laptop maupun Android. Dengan cara bendahara pengeluaran memasukkan kode dan jenis transaksi. Lalu memasukkan nominal kedalam aplikasi OPD Nontunai.
Setelah itu, KPA atau Kepala Dinas yang akan diikat dengan MoU oleh Bank sebagai pemegang akun dan akan melakukan Aproval. Proses tersebut akan tercatat diaplikasi untuk selanjutnya dikabarkan ke pihak Bank.
T
Diproses pencairan nantinya, oleh pihak Bank langsung kerekening masing-masing sesuai input dari bendahara dan sudah diverifikai kepala OPD atau yang ditunjuk kedalam MoU dengan menggunakan kartu bercode yang khusus dicetak untuk satu OPD dan hanya di scankan dikomputer atau andoid. 
"Setelah proses aproval kembali oleh pihak Bank pada aplikasi, maka uang sudah bisa ditarik atau ditransaksi lain melalui Mobile Banking Bank Bengkulu atau ATM,"jelasnya.

Roby menambahkan, aplikasi tersebut akan diuji terlebih dahulu di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lebong. Lalu baru ke seluruh OPD Kabupaten Lebong. Selanjutnya kedepan baru akan dilauncing ke seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu.
"Jadi dari uji coba ini, Bank akan memperbaiki sistem kelengkapan yang dibutuhkan bendahara untuk di uji kembali sebelum launching," pungkasnya.
Senada juga dengan yang dikatakan Pimpinan Cabang Bank Bengkulu Muara Aman Kabupaten Lebong (BaBe Maman), Syafrizal Sarphony bahwa untuk tahap awal Kabupaten Lebong merupakan Daerah pertama yang segera memberlakukan dan menerapkan sistem transaksi nontunai dengan aplikasi OPD Nontunai. Meskipun demikian, pihaknya juga berharap Kabupaten/Kota se-Provinsi lainnya segera memberlakukan sistem aplikasi OPD Nontunai untuk mempermudah bertransaksi.
"Jadi, sesuai dengan arahan pak Bupati Lebong sudah kita respon saat ini. Tinggal nanti implementasinya. Kedepan hanya ada beberapa item yang harus kita penuhi dan akan segera kita penuhi," ujarnya.
Kedepan, kata Syafrizal, dengan adanya transaksi non tunai tersebut, kegiatan gaji, tunjangan kinerja, dan lainnya bisa dilakukan melalui aplikasi ini. Pihak Badan Keuangan Daerah (BKD) dan OPD lain sangat terbantu dengan aplikasi ini. Dalam bertransaksi mereka tidak perlu lagi repot-repot ke Kantor Bank Bengkulu cukup dengan Aplikasi ini dan bisa di download serta dibuka langsung melalui laptop.
"Kalau selama ini kita ke Bank dulu, tentunya hal tersebut sedikit banyaknya bisa mengganggu kelancaran transaksi di BKD dan Pemda Kabupaten lebong ini. Tapi melalui aplikasi ini nanti tentunya membantu dan mempermudah,"bebernya.
Sementara, Kabid Perbendaharaan dan Kasda Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong, Rafinala, SE, M.Ak mengatakan aplikasi OPD Non Tunai Bank Bengkulu sangat membantu. Terlebih sesuai amanat presiden tentang pencegahan aksi korupsi.
"Dulu kalau bendahara harus datang ke Bank Bengkulu dan langsung ditarik uangnya, tapi melalui aplikasi OPD non tunai ini bisa lebih teratur. Jadi semua transaksi itu kalau sudah ditransfer sudah sah SPJ nya, kalau dulu SPJnya duluan sedangkan uangnya belum dikasih. Tapi sekarang melalui aplikasi ini lebih transparan dan honor-honor tidak ada pemotongan lagi sehingga langsung ditransper, semoga di Kabupaten lain nanti juga segera menerapkan sistem ini," pungkasnya.(**/Adv)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.