Mendes Eko Didampingi Gubernur Rohidin Buka TTG Ke 21


Bengkulu, Rakjat.com - Opening Ceremony perhelatan tingkat nasional dalam kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTN) ke-21 yang dilaksanakan pada pukul 14:00 WIB di Sport Center, Pantai Panjang, Kota Bengkulu.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kementerian Perdesaan, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo,Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh puluhan pejabat daerah dari berbagai Provinsi di Indonesia.


Dalam kata sambutannya, Gubernur Provinsi Bengkulu kembali mengingatkan bahwa Bengkulu merupakan salah satu daerah yang ikut andil dalam Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. serta tidak bosan-bosannya Rohidin Mersyah mempromosikan salah satu aset kearifan lokal dari Daerah Bengkulu yaitu Kain Batik Besurek.

"Saya kira kalau sudah datang ke Bengkulu, Kota kecil yang pernah menjadi persinggahan Bung Karno. Nantinya para peserta GTTGN belum sampai ke Bengkulu kalau belum cuci muka di Rumah persinggahan Bung Karno," Kata Rohidin dalam sambutannya.

"Disamping itu, gerai-gerai kain batik besurek sudah disiapkan sebagai kearifan lokal masyarakat Bengkulu," Sambung Rohidin.

Selanjutnya sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam Teknologi Tepat Guna, pihak Pemerintah beserta jajarannya bekerja sama dan menandatangani atas pembelian pertama salah satu karya anak bangsa yaitu mobil Esemka.

Eko Putro Sandjojo menjelaskan bahwa sejak tahun 2015 Presiden Joko Widodo telah mengalokasikan anggaran dana desa sebesar Rp. 257 triliun.

"Saya banyak mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Pemerintah Provinsi beserta jajarannya di seluruh Indonesia yang ikut serta menyukseskan program dana desa ini, hingga dana desa ini bisa memberikan dampak yang seperti kita lakukan dan menjadi contoh untuk desa tertinggal lainnya," kata Eko dalam kata sambutannya.

Program dana desa ini telah mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa hampir 50℅ dalam kurun waktu 4 tahun.

Kemudian untuk pertama dalam sejarah di Indonesia, penurunan kemiskinan di desa lebih kecil dibandingkan dengan jumlah kemiskinan di kota.

"Dalam pengalokasian program dana desa pada 4 - 5 tahun yang akan datang, Presiden Joko Widodo akan menaikkan anggaran dana desa dari Rp. 257 triliun menjadi Rp. 400 triliun," kata dia

Untuk sekarang sudah lebih dari 4700 Bumdes yang terbangun di seluruh desa di Indonesia dan sudah banyak menciptakan teknologi-teknologi tepat guna. Teknologi ini diciptakan untuk membuat hidup lebih mudah, sehingga orang yang tidak berpendidikan pun bisa menjadi lebih produktif dengan adanya teknologi,Menteri Eko.




Editor : Redaksi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.