Pasutri Oknum LSM Dituntut 6 Tahun Penjara Oleh JPU


Bengkulu,Rakjat.com - Dua terdakwa suami istri oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Kepahiang yakni Suryadi (S) selaku Ketua DPC LSM Badan Peneliti Aset Negara Kabupaten Kepahiang dan Cahaya Sumita (CS) selaku Ketua Divisi Advokasi dan Hukum yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Negeri Kepahiang (Kejari) beberapa waktu lalu, dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kepahiang dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bengkulu, Selasa (22/10/2019).

Dalam sidang yang diketuai Majelis Hakim Slamet Suripto tersebut, JPU menuntut kedua terdakwa bersalah telah melanggar pasal 3 Undang Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan menuntut pidana penjara masing-masing terdakwa 6 tahun penjara.

Selain dituntun dengan hukuman 6 tahun penjara, kedua terdakwa juga dituntut hukuman denda sebesar 50 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan.

“Kedua terdakwa terbukti bersalah secara bersama-sama melakukan dugaan tindak pidana korupsi, melanggar pasal 3 Undang Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” jelas Juriko JPU Kejari Kepahiang dalam membacakan tuntutannya.

Setelah menjalani sidang tuntutan tersebut, kedua terdakwa akan kembali menjalani sidang pledoi atau pembelaan kedua terdakwa atas tunrutan JPU Kejari Kepahiang yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 oktober 2019 di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Dilansir sebelumnya,diduga kedua terdakwa tersebut melakukan tindakan intimidasi kepada beberapa Kepala Desa Kabupaten Kepahiang dengan meminta sejumlah uang dan berujung OTT oleh tim Kejari Kepahiang. Ketika OTT Kejari mengamankan uang tunai 30 juta rupiah yang diduga bersumber dari dana desa.



Editor : Redaksi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.