Skip to main content
Heru Saputra

JIMM Bengkulu Dukung Sulistyo Jadi Kapolri

Bengkulu, Rakjat.com - Dukungan kepada Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri kian mengalir, kali ini datang dari Ketua Jaringan Intelektual Manifesto Muda (JIMM) Bengkulu Heru Saputra.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyodorkan nama Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri kepada DPR.

 Ketua Jaringan Intelektual Manifesto Muda (JIMM) Bengkulu Heru Saputra menilai langkah yang diambil Presiden Jokowi sangat tepat mengingat Komjen Pol Listyo Sigit merupakan salah satu Putra terbaik Bhayangkara, hal ini dibuktikannya selama menjabat Kabareskrim Polri dan mengungkap beberapa kasus penting yang cukup menyita perhatian nasional. Dari kegigihan dan prestasi ini terlihat bahwa Komjen Listyo merupakan sosok Pekerja Keras, tekun dan kritis, dan sosok inilah yang perlu ditempatkan sebagai Kapolri.

"Kami dari JIMM sangat mendukung Pak Listyo menjadi Kapolri, ini bukan tanpa alasan. Selama menjabat Kabareskrim dia menunjukkan kerja kerasnya dan berhasil mengungkap kasus yang selama ini menjadi sorotan nasional. Kami menilai langkah Pak Presiden sangat tepat mengajukan Pak Listyo menjadi Kapolri," ujar Heru, Jum'at (15/01/2021).

Sigit usai resmi dilantik oleh Kapolri Jenderal Idham Azis sebagai Kabareskrim pada 16 Desember 2019 langsung tancap gas.

Hanya dalam seminggu usai menyandang bintang tiga, Sigit berhasil mengungkap perkara besar yang menyorot perhatian publik yakni kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Mantan Kapolda Banten itu mengumumkan secara langsung penangkapan dua pelaku yang menyiram Novel Baswedan. Mereka adalah, RM dan RB, keduanya merupakan oknum anggota kepolisian.

Tak berhenti sampai disitu, Bareskrim dibawah komandonya juga membuktikan bahwa penegakan hukum tak pandang bulu dan mewujudkan komitmen dalam melakukan pembenahan internal.

Hal itu tercermin dalam penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020. Bahkan, dalam hal ini, Komjen Listyo memimpin langsung tim ke Malaysia guna menangkap Djoko Tjandra.

Dalam pengusutan perkara ini diketahui adanya keterlibatan dua oknum jenderal yakni, Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte.

Daerah