Media Update, OJK Paparkan Kondisi Ekonomi, Perbankan Hingga Kinerja Tahun 2025
Bengkulu, Rakjat.com - OJK Provinsi Bengkulu menggelar Media Update bertempat di Aula Singaran Pati OJK, Kamis (05/03/2026). Kegiatan ini langsung dipandu oleh Kepala Kantor OJK Provinsi Bengkulu Ayu Laksmi Syntia Dewi didampingi Pejabat di ruang lingkup OJK Provinsi Bengkulu serta diikuti oleh Insan Pers se-Kota Bengkulu.
Dalam kesempatan ini, Overview Pertumbuhan Perekonomian Provinsi Bengkulu dipaparkan dalam update media diantaranya :
- Pertumbuhan Perekonomian Bengkulu :
Provinsi Bengkulu mengalami pertumbuhan ekonomi pada Triwulan 3-2025 (y-on-y) sebesar 4,56 persen menempati posisi ke 6 dari 10 Provinsi di Pulau Sumatera
- Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2025 mencapai Rp 27.683,68 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 14,17 triliun.
Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bengkulu :
- Dibandingkan Triwulan 2-2025, ekonomi Bengkulu pada Triwulan 3-2025 terkontraksi sebesar 2,97% (q-to-q)
- Ekonomi Bengkulu tumbuh sebesar 4,56% pada Triwulan 3-2025 (y-on-y) relatif stabil dibanding periode yang sama pada tahun 2024
- Ekonomi Bengkulu tumbuh secara kumulatif pada Triwulan 3-2025 sebesar 4,80% (c-to-c), menguat dibanding kumulatif pada Triwulan 3-2024
- Pada Triwulan 3-2025, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi (y-on-y), yakni sebesar 1,04%
- Pada Triwulan 3-2025, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi ( on-y), yakni sebesar 3,35%
Kondisi Bank Umum :
- Kondisi keuangan Bank Umum secara agregat di Provinsi Bengkulu menunjukkan pertumbuhan yang baik tercermin dari total asset meningkat 6.38% (yoy), Kredit yang Diberikan meningkat 5,58% (yoy) dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga meningkat 5,12% (yoy).
- Penyaluran kredit oleh Bank-Bank di Wilayah Bengkulu didominasi pada jenis penggunaan konsumsi 53%, sedangkan komposisi kredit produktif 47% dimana 44%-nya termasuk dalam kategori usaha UMKM.
- LDR Bank Umum di Bengkulu tercatat sebesar 163,11% atau relatif lebih tinggi dibandingkan LDR Bank Umum secara nasional yang tercatat 86,44% mencerminkan bahwa sumber dana di Provinsi Bengkulu butuh peningkatan.
Kinerja BPR/BPRS :
- Kinerja sektor BPR/S di Bengkulu cenderung membaik dengan NPL di bawah threshold.
- Penyaluran kredit utamanya disalurkan pada jenis penggunaan konsumsi 52%, diikuti modal kerja 35%, dan investasi 13%
- Kategori usaha pating tinggi disalurkan pada jenis non UMKM 57% dan UMKM 43%.
- LDR BPR/S Bengkulu tercatat sebesar 117,61% atau relatif lebih tinggi dibandingkan LDR BPR/S secara nasional yang tercatat 104,52% mencerminkan bahwa intermediasi khususnya BPR dari sisi penyaluran kredit relatif masih tergolong Normal.
Dari data yang dipaparkan ada 5 Sektor Kredit Perbankan Terbesar :
1. Sektor Rumah Tangga Rp 10,60 T (33,62%), NPL Rp 143 M
2. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Rp 7 T (22,19%), NPL Rp 89 M
3. Sektor Bukan Lapangan Usaha Lainnya Rp 6 T (19,04%), NPL Rp 57 M
4. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor Rp 4,96 T (15,72%), NPL Rp 137 M
5. Sektor Aktivitas Jasa Lainnya.
Rp 0,63 T (2%), NPL Rp 16 M
*NPL : Kredit Bermasalah
Sisi Sektor Pasar Modal, Jumlah investor pasar modal wilayah Provinsi Bengkulu menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah investor saham mencapai 48.551 Single Investor Identification (SID), tumbuh sebesar 46,19 persen (yoy) dari posisi Desember 2024. Sementara itu, investor reksa dana tercatat 93.400 SID, dengan pertumbuhan sebesar 43,81 persen (yoy).
Nilai transaksi saham juga mengalami peningkatan sebesar 213,41 persen (yoy) menjadi Rp855,09 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp272,83 miliar).
Terkait IKNB, sektor pembiayaan Total pembiayaan yang disalurkan oleh lembaga pembiayaan di Provinsi Bengkulu sebesar Rp2,89 triliun, menurun 2,15 persen dibandingkan posisi Desember 2024 (Rp2,96 triliun). Secara tahunan rasio Non-Performing Financing (NPF) mengalami kenaikan dari sebesar 3 persen menjadi 3,63 persen. Di sisi Dana Pensiun, Industri Dana Pensiun secara aset tumbuh sebesar 8,72 persen (yoy) menjadi Rp133,65 miliar. Total investasi meningkat sebesar 8,76 persen (yoy) menjadi Rp131,12 miliar.
Dalam kesempatan ini juga, Kepala OJK juga memaparkan pihaknya juga aktif melakukan Kegiatan Edukasi Keuangan, OJK juga menerima 940 Pengaduan APPK dan 612 Walkin (datang langsung) dan Pemberian Informasi/Konsultasi, dalam layanan SLIK OJK terhitung pengguna Walkin : 5.717 Debitur dan Online: 5.716 Debitur.
OJK juga memaparkan laporan masuk tentang scam/penipuan di provinsi Bengkulu mencapai 2.428 dengan 3 daerah teratas yakni Kota Bengkulu 1.116 Laporan, Rejang Lebong 292 Laporan, dan ketiga Bengkulu Selatan 172 laporan.