Skip to main content
pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bengkulu, Wehelmi Ade Tarigan

Pemilik SPPG Bengkulu Meledak! Kritik Netizen soal MBG Dibalas Pedas, Publik Terbelah

BENGKULU, Rakjat.com —
Jagat media sosial kembali memanas. Seorang pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bengkulu, Wehelmi Ade Tarigan, menjadi sorotan usai melontarkan pernyataan keras terhadap netizen yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Dalam video yang viral di berbagai platform, Wehelmi tampak geram menanggapi komentar negatif yang menyebut program MBG sebagai proyek elite. Dengan nada tinggi, ia menyindir para pengkritik yang dinilai terlalu berprasangka buruk.


“Saya kasih tahu ya, kalian yang sering suudzon, berhati busuk, dengki. Kalian bilang program Pak Prabowo ini proyek petinggi. Apa kalian nggak punya otak, nggak berpikir?” ujarnya tegas dalam video tersebut.


Pernyataan itu langsung memantik reaksi beragam dari publik. Sebagian warganet menilai sikap tersebut terlalu emosional dan tidak mencerminkan keterbukaan terhadap kritik. Namun, tidak sedikit pula yang membela, dengan anggapan bahwa banyak kritik terhadap program MBG yang tidak didukung data yang jelas.


Wehelmi sendiri menegaskan bahwa program MBG justru memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Ia menyebut sektor pertanian dan peternakan mulai merasakan peningkatan permintaan.


“Petani sekarang kegirangan, petani sayur siap menambah lahan. Peternak telur dan ayam juga bersiap. Ini akan menggerakkan ekonomi rakyat dan memperkuat perputaran uang di daerah,” jelasnya.


Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Meski demikian, program ini juga tidak lepas dari sorotan, terutama terkait anggaran dan mekanisme pelaksanaannya di daerah.


Hingga kini, perdebatan antara pendukung dan pengkritik MBG terus bergulir di ruang publik, mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat.

Daerah