Skip to main content
Pemkab Asahan Siapkan Langkah Konkret Tekan Stunting

Pemkab Asahan Siapkan Langkah Konkret Tekan Stunting

Asahan, Rakjat.com - Pemerintah Kabupaten Asahan akan menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera Tahun 2026 dengan langkah konkret di tingkat desa dan kelurahan.

Hal itu ditegaskan Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., usai mengikuti rakor yang berlangsung di Hotel Grand Mercure, Kamis (27/8/2026).

Taufik mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai forum koordinasi regional itu menjadi ruang penting untuk memperkuat kesamaan persepsi dan strategi antardaerah dalam menekan angka stunting.

Menurut Taufik, persoalan stunting harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia. Penanganannya pun tidak dapat dilakukan hanya oleh satu sektor.

“Stunting bukan sekadar masalah kesehatan ini adalah masalah kualitas sumber daya manusia bangsa, yang wajib diselesaikan secara bersama-sama, lintas sektor, dan lintas daerah. Tidak ada pihak yang bisa berdiri sendiri,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Asahan menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat dalam percepatan penurunan stunting.

“Hasil rapat ini akan segera ditindaklanjuti dengan menyusun langkah konkret di tingkat desa dan kelurahan, memastikan setiap program berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Asahan,” kata Taufik.

Ia menambahkan, Pemkab Asahan ingin memastikan seluruh intervensi yang dilakukan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan generasi Asahan yang sehat dan memiliki daya saing.

“Kita ingin memastikan anak-anak Asahan tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. Ini investasi masa depan yang tidak boleh ditunda,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., menyampaikan bahwa penurunan stunting merupakan prioritas Pemprov Sumut. Sejumlah program unggulan telah digalakkan, termasuk BESTI yang menyasar anak usia 8 hingga 23 bulan yang mengalami masalah gizi agar tidak berkembang menjadi kasus stunting baru.

Pelaksanaan BESTI pada 2025 disebut menunjukkan hasil positif melalui pemberian bantuan pangan lokal sebagai stimulan. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan berat badan balita penerima manfaat.

Wagub Sumut meminta pemerintah daerah se-Sumatera Utara memperkuat aksi bersama dengan memastikan lokus prioritas, target, data sasaran, dan rencana tindak lanjut yang jelas.