Skip to main content
Ratusan Murid Diduga Keracunan Makanan Setelah Konsumsi MBG

Ratusan Murid Diduga Keracunan Makanan Setelah Konsumsi MBG

Lebong, rakjat.com - Bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong, ratusan murid dari TK Sampai SMP diduga Keracunan makanan setelah konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Menyikapi hal tersebut Pihak Polres Lebong dalam Konferensi Pers bersama pihak RSUD mengatakan bahwa sudah mengambil sempel makanan dari dapur untuk di periksa, apakah benar dari makanan tersebut atau tidaknya.

"Masih dicari tahu penyebabnya. Dari dapur sendiri sudah diambil sampel, oleh Dinas Kesehatan dari Polres juga, kerjasama. Nanti kita menunggu hasilnya. Apakah memang penyebab nya dari sana atau ada yang lain, Jadi, sementara kita menunggu hasil sampel tersebut", Kata Kapolres Lebong.

Kapolres Lebong juga menyampaikan bahwa saat ini Pihak RSUD dan TNI/POLRI fokus kesembuhan anak-anak, dirinya juga menghimbau kepada orang tua dari pasien, untuk yang menjaga cukup satu orang saja, mengingat pasien cukup lumayan banyak.

"Saya menghimbau bagi masyarakat Kabupaten Lebong, satu anak satu orang saja yang menemani. Biar ada udara di rumah sakit ini, karena lumayan cukup banyak, di rumah sakit inipun, kita berdayakan sudah banyak ruangan", Kata Kapolres Lebong.

Sementara itu pihak dari Rumah Sakit Umum Daerah juga menyampaikan bahwa sampai pada jam 4 sore tadi pasien sudah mencapai 237 orang dengan gejala rata-rata muntah-muntah lebih dari 8 kali.

"Saat ini kurang lebih ada 237, di jam 4 sore ini, kurang lebih 237 pasien. Rata-rata memang dengan keluhan muntah, muntah profis. Profis itu artinya lebih dari 8 kali. Datang pasti sudah dengan kondisi namanya dehydrasi, dehydrasi dengan sedang. Tata laksana awal sudah kita lakukan semua. Yang pertama, mitigasi bencana dulu. Lihat reakse, apakah pasien itu kondisinya gawat atau tidak. Pada pasien-pasien kondisi dengan dehydrasi dengan sedang, itu berupa salah satu kegawatan," Kata Dokter RSUD.

Dirinya juga mengatakan bahwa langkah-langkah yang di jalankan oleh pihak rumahsakit untuk pasien yang datang langsung di pasang infus untuk mengatikan cairan yang sudah keluar dari muntah anak-anak, serta di beri obat anti mutah setelah stabil baru di pindah keringan lain.

"Alhamdulillah tidak ada yang menuju mortalitas, mortalitas itu artinya kematian. Karena kondisinya sudah tertahani dengan responsif cepat dari perawat dan bidan dari rumah sakit Lebong. Untuk tatalaksana sendiri, kita harus awasi. Dengan gejalannya dengan sedang ini, minimal kita harus evaluasi kurang lebih 1x24 jam di dalam rumah sakit. Untuk menilai apakah masih ada tanah-tanda dihidrasi pada pasien," Kata Dokter Arya.

Dokter Arya juga mengatakan bahwa pasien selain muntah pasien juga sempat mengeluh diare, akan tetapi pihak rumah sakit cepat ambil tindakan sehingga dapat cepat ditangani dengan baik.

"Saya terima kasih seluruh dokter di rumah sakit lebong, dan di sekitar rumah sakit lebong ikut membantu. Membantu ke rumah sakit lebong, itu juga dokter intensif yang berjumlah tujuh orang juga ikut membantu dalam penanganan pasien, Terimakasi kepada pak Kapolres Lebong dan juga Pak Dandim sudah melakukan mitigasi bencana dengan cepat. Dan saya juga terima kasih kepada pihak dari rumah sakit, karena untuk penyediaan obatnya ini tidak gampang, tapi semua tertangani dan dilayani dengan baik. Kurang lebih sekitar, kita sudah mengambiskan 300 BHP untuk seluruh dari pemasaran infus dan juga perawatan pasien tersebut." Ujar Dokter Arya.

Daerah