Skip to main content
Foto sekdes Rantau Makmur dan para pekerja tebas bayang/foto(Ist)

BWSS VI Simpang Puding Optimalkan Pekerjaan Tebas Bayang Pada Anggaran Tahun 2025

Tanjabtim,Rakjat.com - Dalam upaya melancarkan sistem pengairan di wilayah yang kerap terjadi banjir, Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) Simpang Puding Optimalkan Pekerjaannya melaksanakan pembersihan parit primer maupun sekunder di kecamatan Berbak tepatnya di Desa Rantau Makmur.

Saat dikonfirmasi oleh media ini, Kayat  petugas lapangan menyampaikan bahwa kegiatan ini dikerjakan secara berkala.

"Kegiatan ini rutin dikerjakan setiap tahunnya, sesuai dengan keadaan sungai dan tingginya rumput yang tumbuh di bibir sungai dan bahu jalan yang dapat menghambat kelancaran aliran air, serta instruksi pembersihan dari balai yang bersumber dari hasil laporan rutinan yang kami sampaikan kepada Balai,"jelas kayat.

"Untuk kegiatan pembersihan parit melalui BWSS VI Simpang Puding,biasanya pembersihan parit ini kurang lebih memakan waktu satu hingga 2 bulan dan pekerjaan ini dibagi dua kelompok kami bisanya mengerjakan 20 kilo meter, yang dikerjakan di desa Rantau Makmur kecamatan Berbak, jadi 1 kelompok 10 kilo kurang lebihnya, " Tambahnya

Selain itu pemerintah Desa Rantau Makmur melalui sekretaris Desa Heri Arianto mengucapkan terimakasih atas terlaksananya pembersihan parit di desanya.

"Kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatra VI provinsi Jambi saya mengucapkan terimakasih, dimana setiap tahunnya melakukan pembersihan karel atau parit di Desa Rantau Makmur, besar harapan kami dari pemerintah Desa Rantau Makmur kegiatan ini bisa terlaksana di tahun tahun berikutnya." Jelas sekdes

Kami juga menyampaikan harapan masyarakat dikarenakan di wilayah rantau makmur ini merupakan wilayah yang sentral lahan produksi, baik pertanian padi, maupun palawija, kami berharap kepada bapak Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatra VI provinsi Jambi untuk kedepannya bisa menambah volume pekerjaannya," Tambah sekdes.

Pembersihan parit dan drainase bertujuan untuk memastikan aliran air berjalan lancar dan tidak terjadi penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir, hal ini dapat membantu meningkatkan hasil produksi  tanam petani, dimana jika sirkulasi air berjalan dengan normal maka peluang terjadinya banjir akan berkurang.

Selain mendukung pertanian, kegiatan ini juga memastikan ketersediaan air saat musim kemarau tiba."Imbuhnya.(Hadi su)

Daerah