Gubernur Isi Retret Merah Putih, Ulas Tentang Makna Kebahagiaan yang Hakiki
BENGKULU, Rakjat.com – Kegiatan Retret Merah Putih yang digelar di Masjid Al-Anshor, Kelurahan Suka Rami, Kota Bengkulu, kembali menghadirkan pembinaan spiritual bagi aparatur sipil negara (ASN) laki-laki dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Retret yang dimulai sejak sebelum Salat Maghrib tersebut mendapat kunjungan istimewa dari Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni. Keduanya turut melaksanakan Salat Maghrib berjamaah bersama para peserta sebelum kegiatan dilanjutkan dengan tausiah.
Dalam penyampaiannya, Gubernur Helmi Hasan mengajak para ASN untuk memahami hakikat kehidupan dan makna kebahagiaan yang sesungguhnya. Menurutnya, hampir seluruh manusia memiliki tujuan yang sama dalam hidup, yakni meraih kebahagiaan. Namun, kebahagiaan tidak selalu identik dengan kekayaan, popularitas maupun jabatan.
Untuk menggambarkan hal tersebut, Helmi mengisahkan sosok artis terkenal yang memiliki karier gemilang, kekayaan melimpah, rumah mewah hingga berbagai koleksi kendaraan bernilai tinggi. Meski dari luar tampak sukses, kehidupan yang dijalani belum tentu menghadirkan kebahagiaan sejati.
"Ada artis terkenal membintangi banyak film Box Office, punya uang banyak, punya rumah yang mewah, punya koleksi kendaraan mewah mulai mobil bahkan kapal dan kalau kita lihat ini orangnya sukses dan bahagia karena terkenal dan bergelimang harta, namun diberitakan meninggal bunuh diri, apakah ada orang yang bahagia terus bunuh diri?, engga mungkin, jadi orang terkenal bergelimang harta hidupnya bahagia? Belum tentu. Terus ada orang yang hidupnya sederhana, rumah sederhana apakah orang itu tidak bahagia?, belum tentu," jelas Helmi.
Pada kesempatan itu, Helmi juga mengangkat kisah Nabi Ibrahim AS yang tetap memperoleh keselamatan meskipun harus menghadapi ujian berat ketika dibakar oleh penguasa zalim. Menurutnya, secara logika manusia, seseorang yang dilempar ke dalam kobaran api tentu akan binasa. Namun, ketentuan Allah SWT berada di atas segala teori dan perhitungan manusia.
Ia kemudian membandingkan kondisi Nabi Ibrahim AS dengan kehidupan sang raja yang memiliki kekuasaan, kemewahan dan segala fasilitas duniawi. Meski demikian, keselamatan dan kemuliaan justru diberikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS yang tetap teguh dalam keimanan.
Menutup tausiahnya, Helmi menegaskan bahwa jalan menuju kebahagiaan, keselamatan dan kemuliaan hidup tidak ditentukan oleh banyaknya harta ataupun tingginya jabatan, melainkan oleh kualitas hubungan manusia dengan agamanya.
"Hadirin sekalian, beginilah Allah menciptakan manusia dan telah menetapkan keputusan. Apa keputusannya?, Allah SWT menetapkan siapapun manusianya, yang ingin bahagia, ingin selamat, ingin mulia dunia dan akhirat, sempurnakan agama. Siapapun yang menyempurnakan agama, apapun situasi dan kondisinya, pasti dalam puncak kebahagiaan," tegasnya.(Adv/Prw/RR)
