Skip to main content
Camat Rantau Rasau Ari Mulyono S.kom/foto(Ist)

Cuaca Ekstrem, Camat Rantau Rasau Ari Mulyono,Himbau Masyarakat Jaga Karhutla dan Kesehatan

Camat Rantau Rasau, Ari Mulyono S.Kom, Himbau Masyarakat Jaga Karhutla dan Kesehatan, Perbanyak Minum Air Putih di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

RANTAU RASAU,Rakjat.com— Camat Rantau Rasau, Ari Mulyono S.Kom., memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Rantau Rasau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menjaga kondisi kesehatan di tengah cuaca panas ekstrem yang belakangan ini melanda wilayah dan sekitarnya.

Peringatan dan himbauan ini disampaikan Ari Mulyono melalui sambungan WhatsApp saat media ini mengonfirmasikan,terkait  antisipasi dalam cuaca ekstrem pada saat ini.Sabtu (8-8-2026).

"Saat ini kita sedang memasuki masa kemarau dengan suhu udara yang cukup tinggi dan panas ekstrem. Kondisi seperti ini sangat memudahkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan kita semua, merusak lingkungan, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari," ujar Ari Mulyono.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, baik untuk membuka lahan pertanian maupun membuang sampah. Kebiasaan membakar sampah atau sisa tanaman di tengah cuaca panas dan berangin dapat dengan mudah memicu api meluas dan sulit dikendalikan.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat desa, rukun warga, hingga setiap warga, untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan bakar sampah, jangan bakar lahan, dan segera laporkan jika melihat adanya api atau asap yang mencurigakan kepada aparat setempat atau petugas yang berwenang," tegasnya.

Selain ancaman karhutla, cuaca panas ekstrem juga berdampak langsung terhadap kondisi fisik dan kesehatan masyarakat. Ari Mulyono secara khusus menekankan pentingnya menjaga asupan cairan tubuh.

"Karena panas yang sangat terik, tubuh kita mudah kehilangan cairan. Oleh karena itu, saya sangat menghimbau kepada Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian untuk memperbanyak minum air putih, minimal delapan gelas sehari. Hal ini sangat sederhana namun sangat penting agar kita tidak mengalami dehidrasi dan tetap bugar dalam beraktivitas," jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyarankan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada waktu puncak panas, yaitu sekitar pukul 11.00 hingga 15.00, serta menggunakan pakaian yang tipis namun menutup tubuh dan berwarna terang. Kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit tertentu diharapkan mendapat perhatian lebih dari keluarga.

Pemerintah Kecamatan Rantau Rasau juga telah mengintensifkan koordinasi dengan unsur TNI, Polri, instansi terkait serta pemerintah desa dalam memantau titik panas dan menyiapkan langkah-langkah pengendalian sejak dini.

"Kita semua adalah pelindung lingkungan dan penjaga kesehatan diri sendiri. Mari kita jaga hutan dan lahan kita, serta jaga kesehatan tubuh kita, agar kita tetap bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman," pungkas Ari Mulyono.(Hadi su)

Daerah