Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, bagi Tukiran Kades Tri Mulya
Tanjabtim,Rakjat.com -Idul Fitri bukan hanya hari kemenangan yang dirayakan dengan gema takbir, tetapi juga momentum penting untuk mempererat kembali jalinan silaturahim, membangun kebersamaan, serta memperteguh komitmen untuk terus melayani masyarakat dengan hati yang bersih.
Sebagai kepala Desa Tri Mulya Kecamatan Rantau Rasau,Tukiran merasakan betul bahwa Ramadan dan Idul Fitri bukan hanya soal ibadah individu, melainkan juga tentang bagaimana kita membangun ikatan sosial yang lebih kuat.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan desa, kadang terjadi perbedaan pendapat, miskomunikasi, bahkan gesekan-gesekan kecil di tengah masyarakat.
Momentum Idul Fitri menjadi kesempatan emas untuk membuka pintu maaf, meruntuhkan sekat-sekat yang membatasi diantara kita, dan kembali menyatukan langkah dalam kebersamaan."Ujarnya.
Dalam tradisi masyarakat Tri Mulya, Idul Fitri selalu disambut dengan suka cita. Rumah-rumah dihiasi, makanan khas disiapkan, dan tangan-tangan diulurkan dalam silaturahim yang hangat.
Tradisi ini mengingatkan kita bahwa kehidupan bermasyarakat sejatinya dibangun di atas fondasi saling menghargai dan saling memaafkan.
Sebagai pemimpin desa, saya merasa terpanggil untuk menjadi contoh dalam mempererat ukhuwah islamiyah di tengah-tengah masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, dan memastikan bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada fisik semata, tetapi juga pada pembangunan mental dan spiritual masyarakat."Jelas Kades.
"Momentum Idul Fitri 1446 Hijriah juga menjadi refleksi bagi saya secara pribadi: sudahkah selama ini saya memimpin dengan adil, melayani masyarakat dengan tulus, dan mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan? Bulan suci Ramadan mengajarkan kesabaran, kejujuran, dan keikhlasan. Nilai-nilai ini harus terus saya bawa dan wujudkan dalam setiap keputusan dan kebijakan desa ke depannya.
"Dalam suasana Idul Fitri ini, saya mengajak seluruh warga Tri Mulya untuk bersama-sama membangun desa kita tercinta dengan semangat baru.
Mari jadikan Idul Fitri sebagai titik balik untuk meningkatkan kerjasama, memperkuat gotong royong, dan memperluas rasa peduli terhadap sesama. Karena saya yakin, desa kita akan maju bukan hanya dengan program-program pemerintah saja,tetapi lebih dari itu, dengan rasa cinta dan kebersamaan yang kita rajut setiap hari.
Idul Fitri juga mengajarkan tentang pentingnya kesetaraan.Di hadapan Allah, tidak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin, antara pemimpin dan rakyat,semua kembali fitrah, suci, dan setara.
Maka, sebagai kepala desa, saya berkomitmen untuk terus menjaga prinsip keadilan sosial dalam setiap aspek kehidupan di desa: memastikan bantuan tepat sasaran, program pembangunan merata, dan suara rakyat kecil tetap didengar dan diperjuangkan.
Akhirnya, dalam kesempatan mulia ini, saya, atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran Pemerintah Desa Tri Mulya,mengucapkan:
"Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Mari kita songsong masa depan Desa Tri Mulya dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan semangat kebersamaan yang tak pernah padam."Tutupnya.(Hadi su)