Tingkatkan Minat Baca Anak, Perpus Luncurkan Program Storytelling
Bengkulu – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu merencanakan program storytelling (bercerita) sebagai upaya peningkatan minat baca pada anak sejak dini.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu melalui Sub Koordinator Deposit Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka, Heni Fartika Fartianti.
Saat ditemui awak media di kantornya, Heni mengatakan program ini rencananya akan menyasar anak tingkat TK dan Paud.
“Nantinya story teller akan mengupas dan menceritakan buku yang ada di koleksi perpustakaan kita, visualisasi tersebut jadi salah satu trik kita untuk menumbuhkan minat baca sejak dini,” ujarnya, Rabu (20/7/22).
Hal tersebut juga masuk dalam upaya peningkatan literasi membaca, karena menurut Heni konteks literasi tak hanya sekedar membaca namun juga bagaimana memahami dan mengimplementasikan apa yang dibaca.
Heni menuturkan, pihaknya berencana akan mengundang 500 peserta dari berbagai TK dan Paud yang tersebar di Kota Bengkulu untuk mengunjungi Dinas Perpustakaan Provinsi Bengkulu.
“Jadi kita seperti sekalian mengadakan Tour keliling perpustakaan Bengkulu agar ada memori di anak-anak bahwa mereka pernah mengunjungi perpustakaan Bengkulu,” terang Heni.
Selain program story telling untuk meningkatkan literasi membaca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bengkulu juga mengadakan beberapa program lain seperti wisata baca dan perpustakaan keliling.
Ia mengungkap, perpustakan keliling biasanya lebih menargetkan ke lapas-lapas, sedangkan wisata baca targetnya adalah tempat-tempat wisata yang biasanya strategis dan banyak pengunjung.
“Sejauh ini respon yang didapat sangat baik terutama saat kita mengadakan untuk warga lapas, karena mereka juga butuh akan informasi dan biasanya kami memperbolehkan untuk meminjam koleksi kami dan dikembalikan di waktu yang sudah ditentukan,” cerita Heni.
Sebagai jantung perpustakaan provinsi, Heni berharap program – program yang telah ada dapat lebih menumbuhkan lagi minat baca dari semua kalangan baik itu pelajar, mahasiswa maupun umum.
“Terkhusus pada generasi muda agar mau kembali lagi ke perpustakan dan selalu memperbaharui informasi,” pungkas Heni.