Skip to main content
Pelepasan Murid SMPN 2 Tanjab Timur/foto (Ist)

Pelepasan Murid Kelas IX SMPN 2 Tanjab Timur Tahun 2026, Disambut Baik Oleh Pemerintahan dan Wali murid

Tanjabtim, Rakjat.com– Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tanjab Timur menggelar acara pelepasan siswa kelas IX  angkatan ke-47 yang telah menyelesaikan masa studi tahun ajaran 2025 - 2026.Acara dilaksanakan di halaman sekolah pada Kamis (21/05/2026). 

 

Acara ini bertemakan "Infinite Dream Society" Mimpi Tanpa Batas dan Solidaritas Kuat. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Arie Mulyono S.Kom selaku Camat Rantau Rasau yang didampingi oleh Istri , Polsek Rantau Rasau,Korwil pendidikan Rantau Rasau, Lurah Bandar Jaya,Komite sekolah, Para kepala sekolah, para majelis Guru,orang tua siswa yang di lepas,para murid kelas VII dan VIII dan para undangan lainya.

Mardian Lahat selaku ketua Panitia pelaksana yang juga salah satu orang tua dari murid yang melaksanakan pelepasan menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh undangan yang hadir dan semua pihak karena telah membantu baik dari pendanaan hingga hal teknis lainnya. 

 

Dalam laporannya menjelaskan bahwa, untuk siswa-siswi yang dilepaskan pada tahun ini adalah sebanyak 118 anak. 

 

 

"Alhamduliah,kegiatan ini murni sumbangsih dari wali murid yang melaksanakan pelepasan anaknya,ini murni cintanya orang tua wali murid kepada sekolah, guru dan kepada anak-anaknya." Jelas Mardian. 

 

 

"Hari ini kami sangat bahagia, mudah-mudahan kegiatan ini berjalan sukses hingga selesai,"Jika ada kekurangan dalam kegiatan ini, mohon di maafkan, dan mari sama-sama kita nikmati acara ini bersama dengan riang gembira." Ujarnya. 

 

 

"Kami selaku orang tua murid, tentunya, sangat mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh guru maupun tenaga pendidik, karena selama tiga tahun ini, tumbuh kembang anak kami, "tentu,tidak terlepas dari campur tangan para guru di sekolah SMPN 2 ini. " Semoga kebaikan beliau dibalas oleh Allah SWT di akhirat kelak nanti."Tutup Mardian dengan rasa haru.

 

 

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ananda Keyza,memberikan pesan dan kesan dari perwakilan Murid yang mengikuti pelepasan dari kelas sembilan SMP 2 Tanjab Timur.

 

 

Sebagai perwakilan kelas 9 mengucapkan beberapa kata perpisahan kepada guru, dan teman-temannya. 

 

 

"Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi kita semua. Hari di mana kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada sekolah yang telah menjadi rumah kedua kita selama ini.

 

 

"Rasanya baru kemarin kita menginjakkan kaki di sekolah ini dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu, dan kini saatnya kita melangkah menuju babak baru dalam hidup kita.

 

 

"Bapak dan Ibu guru yang kami hormati, terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala ilmu, bimbingan, dan kasih sayang yang telah diberikan kepada kami. Kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu sabar dan setia mendidik kami.

 

 

"Tanpa bapak ibu guru, kami tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini. Kami mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah kami lakukan selama ini.

 

 

"Untuk teman-teman semua, kita telah melalui banyak hal bersama-sama. Suka dan duka, tawa dan air mata, semuanya telah kita lewati. Kenangan-kenangan itu akan selalu terpatri dalam hati kita.

 

 

"Ingatlah, perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan baru kita menuju masa depan. Marilah kita terus berjuang dan meraih cita-cita kita masing-masing.

 

 

"Kepada orang tua kami, terima kasih atas dukungan, doa, dan kasih sayang yang tiada henti. Kalian adalah sumber inspirasi dan motivasi bagi kami untuk terus maju dan berprestasi. Kami berjanji akan terus berusaha untuk membuat kalian bangga.

 

 

Dalam akhir sambutan, ia juga menyampaikan bahwa perpisahan ini sebagai momen yang indah dan berharga.semoga semua diberikan kesuksesan di masa depan dan tetap menjaga tali persaudaraan."Tutup Keyza dalam sambutannya. 

 

 

Dalam kesempatan ini, Camat Rantau Rasau Arie Mulyono S.Kom dalam sambutannya juga menyampaikan pesan dari ibu Bupati, Dillah Hikmah Sari, bahwa beliau berpesan kepada para anak-anak yang telah lulus,agar tetap selalu menjaga ahlak yang baik, tetap melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi dan selalu menjaga nama baik orang tua terkhusus nama baik sebagai putra putri kabupaten Tanjung Jabung Timur. 

 

 

Selanjutnya Camat juga menyampaikan bahwa Rantau Rasau adalah menjadi salah satu Pilot Project program Ibu Bupati dari Dinas Kependudukan dan catatan Sipil dengan meluncurkan program perdananya di Kecamatan Rantau Rasau. 

 

 

Program tersebut adalah aplikasi Kependudukan dan pencatatan Sipil Berbasis Online dengan nama "MAK NGAH MERATA" Mengurus Administrasi Kependudukan Ngak Harus Membuat Ribet Tatap Muka, yang artinya dapat dapat dilakukan di kantor Lurah mapun Desa masing-masing di kecamatan Rantau Rasau, yaitu terkait pembuatan kartu keluarga, akte kelahiran dan surat kematian."Jelas Camat. 

 

 

Dalam momen ini Camat juga berpesan bahwa harus tetap semangat untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya, apalagi ada ditambah program baru berupa MBG sehingga dapat membantu para siswa maupun orang tua siswa."Tambahnya lagi. 

 

 

"Tetap semangat belajar, jangan main judi online, jangan ada pergaulan bebas, jaga akhlak dan jaga nama baik orang tua serta selalu cetak prestasi."Imbuhnya.

 

 

Diakhir penyampaiannya Camat berharap mudah-mudahan kita selalu diberikan kebaikan didunia dan akhirat.amin."Tutupnya.

 

 

Dalam momen ini Kordinator wilayah (Korwil)Pendidikan Kecamatan Rantau Rasau,Hasan Asngari menyampaikan pesan ucapan terimakasih dari Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Timur, kepada para bapak ibu guru, yang telah sabar membimbing para murid-murid nya hingga hari ini."pesannya.
 

"Alhamdulillah dalam mendampingi para murid sangat baik, meski dalam kondisi saat ini,dengan banyaknya problematika perseteruan antara Guru dan Murid, tapi tidak di sekolah ini." Ujarnya. 


"Selain guru kami juga mengucapkan terimakasih kepada para wali murid karena telah memberikan rasa aman dan nyaman kepada guru-guru kami dalam mengajar." Ucap korwil. 

 

 

"Namun apabila ada sesuatu hal perseteruan antara murid dengan guru, itu tidak lain dan bukan atas dasar suka atau tidak suka, melainkan karena tujuannya adalah untuk mendidik anak-anak kita, agar berprilaku lebih baik. 

 

 

"Menjadi Guru adalah panggilan jiwa, bukan tuntutan hidup, Panggilan jiwa harus mendidik dengan tegas dan disiplin, demi prilaku anak-anak murid lebih baik." Tambahnya. 

 

 

"Namun semua proses itu juga butuh dukungan dari para penegak hukum,pemerintah terkait, para Murid dan Para Guru."Tutup korwil. (Hadi su) 

 

Daerah