Romi Hariyanto Ungkap,Saya Bukan Kacung PetroChina
Tanjabtim,Rakjat.com -Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) Romi Hariyanto menjawab pandangan umum Fraksi Restorasi Nurani Rakyat (RNR) terkait asal menguap terhadap Petrochina beberapa waktu lalu.Rabu 29 Maret 2023.
"Saya bukan Kacung Petrochina ungkapan awal yang disampaikan Romi,saat mengikuti paripurna di gedung DPRD Tanjabtim.
Silahkan pertanyakan dan kordinasi pada ketua partai Nasdem yang pasti berkomunikasi langsung dengan Petrochina,lihat konteks yang saya sampaikan adalah keresahan Masyarakat Tanjab Timur,"bohong kalau petro tidak membantu,"ada,namun tidak sebanding dengan apa yang mereka ambil dari Bumi Kabupaten Tanjung Jabung Timur,"Ungkap Romi dalam sidang paripurna.
"Jangan beropini sendiri lihat konteks sebenarnya sayang sekali.Saya sampaikan disini, ini bukan yang pertama kali. Saya akan tunjukan 2018 dan 2019 saat kunjungan ketua SKK Migas ke Kabupaten Tanjab Timur bersama pengusaha pengusaha Petrochina terus didampingi ketua BPK. Mungkin bicara saya lebih kasar dari apa yang saya sampaikan pada saat peresmian kantor Koramil kemarin karena pada saat itu silahkan check tidak ada lagi yang namanya CSR petrochina itu berubah tidak ada kegiatan kegiatan fisik, Mereka sampaikan kepada kita pada saat itu bahwa CSR Petrochina cuma untuk pemberdayaan masyarakat. sementara Pemkab Tanjab Timur masih banyak butuh perhatian kita pada pembangunan fisik. Pada waktu itu saya sampaikan protes saat dan harus membuka ruang untuk pemerintah daerah Kabupaten Tanjab Timur dan Kabupaten tanjung jabung barat agar CSR jangan cuma pemberdayaan masyarakat tapi kegiatan fisik dan hasilnya pada saat timbul kesepakatan, ruas jalan dari geragai sampai Mendahara ilir itu menjadi tanggungjawab Petrochina saya minta tiga tahun anggaran. Sampai habis masa jabatan saya pertama saya.
Tapi Petrochina tidak menyanggupi itu hanya menyanggupi 3 KM pertahun. Seiring perjalanan hampir habis jabatan saya cuma 3 KM mereka bangun. Saya sudah sampaikan tidak akan menggangu aktifitas Petrochina, tidak akan saya segel itu bukan tipikal saya beda konteks dengan senior saya terdahulu. Tapi kesalahan saya ada satu saat itu terlalu percaya sama Petrochina dan SKK Migas. Saat ini saya sampaikan kalau mereka tidak realisasikan apa yang menjadi kewajiban perjanjian mereka saya tidak akan menuntut ruang komunikasi petrochina. Saya sampaikan pada saat itu kalau saya punya kewenangan akan saya tutup Petrochina karena selalu berlindung dibawah ketiak SKK Migas. CSR Tanjab Timur cukup segini saja kan nampak SKK Migas menjadi Centeng Petrochina bukan berpihak kepada kita, saya sampaikan ini untuk daerah kita.Saya menanggapi bukan main Kadang-kadang kasihan juga terhadap masyarakat kita pengap minta ampun jangan membodohi diri.Butuh kebersamaan kalau saya jadi kacung saya tidak akan bicara seperti ini apalagi kepentingan pribadi saya sendiri tidak mungkin saya bicara seperti ini,bicara apa adanya, silakan sampaikan pada Fraksi Nasdem sayang mereka tidak hadir saat ini."jelas Romi.
Sementara pandangan Umum Fraksi Restorasi Nurani Rakyat merasa sangat penting mendapatkan penjelasan resmi dari saudara bupati. Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang CSR meminta data real seluruh program dan kegiatan serta sebaran lokasi program CSR Petrochina dan perusahaan lainnya yang tergabung dalam forum CSR dari Tahun 2014 serta usulan program CSR di Tahun 2023 mohon penjelasan. Selanjutan Fraksi RNR meminta Pimpinan dewan agar segera mengundang /menjadwalkan pertemuan dengan petinggi Petrochina untuk melakukan RDP supaya persoalan Saudara Bupati dan Petrochina bisa selesai. (Hadi su)