Hari Pertama MPLS SMPN 5 Seluma, Ratusan Siswa Unjuk Rasa Tuntut Kepala Sekolah Diganti
Seluma, Rakjat.com - Hari pertama masuk sekolah sekaligus pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 5 Seluma, Senin (13/7/2026), diwarnai aksi unjuk rasa ratusan siswa yang menuntut agar Kepala Sekolah, Fitri Harneli, diganti dari jabatannya.
Aksi berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB, tepat usai pelaksanaan upacara bendera di halaman sekolah. Ratusan siswa berkumpul sambil membentangkan berbagai tulisan tangan di atas karton yang berisi tuntutan tegas terkait pergantian pimpinan sekolah.
Pihak sekolah dan dewan guru segera mengawasi jalannya aksi guna memastikan kegiatan berlangsung tertib, damai, dan tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun hal-hal yang tidak diinginkan.
Aksi ini memperpanjang polemik yang telah bergulir selama beberapa pekan di lembaga pendidikan tersebut. Sebelumnya, sebanyak 29 guru dan tenaga kependidikan secara resmi dan terbuka telah menyatakan penolakan terhadap kepemimpinan Fitri Harneli sebagai kepala sekolah.
Penolakan itu muncul karena para guru mengaku menghadapi berbagai persoalan serius sejak pergantian jabatan kepala sekolah. Keluhan yang disampaikan meliputi buruknya pola komunikasi, kebijakan internal yang dianggap tidak tepat, serta dugaan tindakan yang membuat sebagian tenaga pendidik merasa tidak nyaman dalam bekerja. Bahkan, sejumlah guru juga menyampaikan adanya dugaan intimidasi dalam hubungan kerja antara pimpinan sekolah dan bawahan.
Permasalahan ini sempat dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan Komisi I DPRD Kabupaten Seluma, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma, serta pihak SMP Negeri 5 Seluma.
Namun, perwakilan guru SMPN 5 Seluma, Nurpanca, S.Pd., menegaskan bahwa hasil diskusi dalam RDP tersebut belum mampu mengubah sikap para guru. Setelah melakukan evaluasi internal bersama, seluruh pihak yang menandatangani surat penolakan tetap mempertahankan keputusan mereka.
“Kami sudah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh hal yang disampaikan dalam rapat. Sampai saat ini kami tetap pada keputusan awal. Sebanyak 29 guru yang menandatangani surat penolakan masih tegas menolak Ibu Fitri Harneli sebagai Kepala SMPN 5 Seluma,” ujar Nurpanca usai pelaksanaan RDP.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Seluma, Febrinanda, menjelaskan bahwa lembaga legislatif telah mengeluarkan empat rekomendasi resmi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Di antaranya meminta dilakukan evaluasi kinerja kepala sekolah bersama dewan guru, serta mendorong perbaikan mendasar pola komunikasi antara pimpinan sekolah dan tenaga pendidik.
Menurutnya, akar persoalan yang terjadi lebih didominasi oleh belum terbangunnya komunikasi yang baik serta hubungan kerja yang harmonis antara kepala sekolah dengan para guru.
“DPRD juga menegaskan dengan tegas agar tidak ada bentuk tekanan maupun intimidasi, baik terhadap guru maupun kepala sekolah, selama proses penyelesaian persoalan berlangsung. Apabila dalam proses evaluasi selanjutnya ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan penting untuk disampaikan kepada Bupati Seluma,” tegas Febrinanda.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala SMP Negeri 5 Seluma, Fitri Harneli, maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma terkait aksi unjuk rasa siswa ini. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan tanggapan resmi.