Wali Kota Dedy Wahyudi Pulang Haji, Kisah Pengorbanannya Dampingi Jamaah Tuai Haru
BENGKULU,Rakjat.com – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Asrama Haji Bengkulu saat rombongan jamaah haji Kloter 4 Padang (PDG) tiba kembali di tanah air, Senin (8/6/2026) dini hari. Sebanyak 384 jamaah disambut keluarga dan jajaran pemerintah daerah setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Kedatangan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama istri dan jamaah lainnya disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu H. Intihan, perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pj Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, para asisten, staf ahli, kepala OPD, serta jajaran Pemerintah Kota Bengkulu.
Di balik kepulangan tersebut, tersimpan kisah pengabdian dan kepedulian yang menyentuh hati. Selama berada di Tanah Suci, Dedy Wahyudi disebut tidak hanya menjalankan ibadah haji, tetapi juga aktif membantu jamaah yang mengalami gangguan kesehatan.
Ketika dokter kloter berhalangan hadir, Dedy dikabarkan mengambil inisiatif membantu mendampingi jamaah yang mengalami batuk, flu, hingga kelelahan. Bahkan, kamar hotel pribadinya digunakan sebagai tempat penyimpanan obat-obatan darurat bagi jamaah yang membutuhkan.
Di sela-sela pelaksanaan ibadah, Dedy juga turut membantu petugas kesehatan melayani jamaah lanjut usia dan mereka yang mengalami kendala kesehatan. Bersama petugas medis, ia melakukan pemantauan langsung ke kamar-kamar jamaah untuk memastikan kondisi mereka tetap terjaga.
Menurut Dedy, pengalaman paling menguras emosi terjadi saat proses mobilisasi jamaah dari Muzdalifah menuju Mina. Dalam situasi yang padat dan penuh tantangan, banyak jamaah lansia harus berjuang ekstra untuk mendapatkan transportasi menuju lokasi tujuan.
"Kita yang masih muda saja merasa berat, bagaimana yang tua-tua? Saya sangat kasihan," ujar Dedy dengan mata berkaca-kaca mengenang perjuangan para jamaah lanjut usia.
Meski sebagian besar jamaah dapat kembali ke tanah air dalam kondisi sehat, Dedy mengaku masih menyimpan kesedihan atas wafatnya dua jamaah asal Bengkulu selama menjalankan ibadah haji. Dari total 386 jamaah yang berangkat, dua orang jamaah asal Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara meninggal dunia di Makkah dan Madinah.
Kepergian kedua jamaah tersebut menjadi pukulan emosional bagi seluruh rombongan. Dedy pun menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memperhatikan kesiapan fisik dan kesehatan sebelum memutuskan berangkat menunaikan ibadah haji.
"Jika kondisi kesehatan keluarga kita memang belum layak secara istitaah, mohon jangan dipaksakan. Kita kasihan melihat perjuangan mereka di sana jika fisik tidak mampu," pesannya.
Kini, setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji dan kembali menginjakkan kaki di Tanah Air, Dedy Wahyudi membawa pulang bukan hanya harapan menjadi haji yang mabrur, tetapi juga pengalaman kemanusiaan yang mendalam. Kepeduliannya terhadap sesama jamaah selama di Tanah Suci meninggalkan kesan tersendiri bagi mereka yang merasakan langsung perhatian dan bantuannya.
(Red)